Senin, 21 September 2015

1. Topologi Bus

Topologi bus bisa dibilang topologi yang cukup sederhana dibanding topologi yang lainnya. Topologi ini biasanya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic, kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node.
Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node client dan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T konektor sebagai kabel end to end .
Kelebihan Topologi Bus :
  1. Biaya instalasi yang bisa dibilang sangat murah karena hanya menggunakan sedikit kabel.
  2. Penambahan client/ workstation baru dapat dilakukan dengan mudah.
  3. Topologi yang sangat sederhana dan mudah di aplikasikan
Kekurangan Topologi Bus :
  1. Jika salah satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, hal tersebut dapat mengganggu komputer workstation/ client yang lain.
  2. Proses sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien, biasanya sering terjadi tabrakan data pada topologi ini.
  3. Topologi yang sangat jadul dan sulit dikembangkan.

2. Topologi Star

Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lain. 
Kelebihan Topologi Star
  1. Apabila salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini tetap berjalan dan tidak mempengaruhi komputer yang lain.
  2. Bersifat fleksibel
  3. Tingkat keamanan bisa dibilang cukup baik daripada topologi bus.
  4. Kemudahan deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan.
Kekurangan Topologi Star
  1. Jika switch/ hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah, maka seluruh komputer yang terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah.
  2. Cukup membutuhkan banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan bisa dibilang cukup mahal.
  3. Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.

 

3. Topologi Ring

Topologi ring atau cincin merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip dengan cincin. Biasanya topologi ini hanya menggunakan LAN card untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.
Kelebihan Topologi Ring :
  1. Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus.
  2. Mudah diimplementasikan.
  3. Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah.
  4. Biaya instalasi cukup murah
Kekurangan Topologi Ring :
  1. Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ banyaknya titik atau node.
  2. Troubleshooting bisa dibilang cukup rumit.
  3. Jika salah satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus.
  4. Pada topologi ini biasnaya terjadi collision (tabrakan data).

4. Topologi Mesh

Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.
 
Kelebihan Topologi Mesh :
  1. Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan adanya tabrakan data (collision).
  2. Besar bandwidth yang cukup lebar.
  3. Keamanan pada topologi ini bisa dibilang sangat baik.
Kekurangan Topologi Mesh :
  1. Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit.
  2. Membutuhkan banyak kabel.
  3. Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan membutuhkan banyak kabel.

5. Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.
Kelebihan Topologi Peer to Peer
  1. Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
  2. Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
  3. Instalasi jaringan yang cukup mudah.
Kekurangan Topologi Peer to Peer
  1. Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan.
  2. Sulit dikembangkan.
  3. Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.
  4. Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.

6. Topologi Linier

Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.


Kelebihan Topologi Linier
  1. Mudah dikembangkan.
  2. Membutuhkan sedikit kabel.
  3. Tidak memperlukan kendali pusat.
  4. Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang  cukup sederhana.
Kekurangan Topologi Linier
  1. Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi.
  2. Keamanan data kurang baik.

7. Topologi Tree

Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.


Kelebihan Topologi Tree
  1. Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
  2. Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.
Kekurangan Topologi Tree
  1. Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
  2. Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
  3. Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.

fungsi kabel utp

Fungsi dari ke-8 kabel UTP
Susunan 8 Kabel UTP















· Orange : berfungsi untuk mengirim paket data.
·  Putih orange : berfungsi untuk mengirim paket data.
·  Hijau : berfungsi untuk mengirim paket data.
·  Putih Hijau : berfungsi untuk mengirim paket data.
·  Biru : berfungsi untuk mengirim paket suara.
·  Putih Biru : berfungsi untuk mengirim paket suara.
·  Coklat : berfungsi untuk mengirim arus DC.
·  Putih Coklat : berfungsi untuk mengirim arus DC.
         Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair) dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. 
        Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih. Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data Alias nganggur.

Susunan kabel berdasar TX dan RX


Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX – di konektor yang satu ke RX – di konektor yang lain.
Fungsi Urutan Kabel TX-RX
Cross cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to PC / PC to Router, Pokoknya semua koneksi dari alat yang biasanya koneksi melalui switch atau hub tetapi dipasang secara langsung.
Straight cable , anda tidak perlu repot memikirkan cross over anda cukup menyamakan posisi kabel di satu sisi dengan sisi lainnya. Straight cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to Hub / Swicth atau sebaliknya.

address

Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 

 No host given
 No netmask given (using default netmask of your network's class)


Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000 .00000001
Netmask:   255.255.255.0 = 24    11111111.11111111.11111111 .00000000

Network:   192.168.0.0/24        11000000.10101000.00000000 .00000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.255         11000000.10101000.00000000 .11111111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000 .00000001
HostMax:   192.168.0.254         11000000.10101000.00000000 .11111110
Hosts/Net: 254                   (Private Internet)

  


Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0 0000001
Netmask:   255.255.255.128 = 25  11111111.11111111.11111111.1 0000000

Network:   192.168.0.0/25        11000000.10101000.00000000.0 0000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.127         11000000.10101000.00000000.0 1111111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0 0000001
HostMax:   192.168.0.126         11000000.10101000.00000000.0 1111110
Hosts/Net: 126                   (Private Internet)


Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.00 000001
Netmask:   255.255.255.192 = 26  11111111.11111111.11111111.11 000000

Network:   192.168.0.0/26        11000000.10101000.00000000.00 000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.63          11000000.10101000.00000000.00 111111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.00 000001
HostMax:   192.168.0.62          11000000.10101000.00000000.00 111110
Hosts/Net: 62                    (Private Internet)


Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.000 00001
Netmask:   255.255.255.224 = 27  11111111.11111111.11111111.111 00000

Network:   192.168.0.0/27        11000000.10101000.00000000.000 00000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.31          11000000.10101000.00000000.000 11111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.000 00001
HostMax:   192.168.0.30          11000000.10101000.00000000.000 11110
Hosts/Net: 30                    (Private Internet)


Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0000 0001
Netmask:   255.255.255.240 = 28  11111111.11111111.11111111.1111 0000

Network:   192.168.0.0/28        11000000.10101000.00000000.0000 0000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.15          11000000.10101000.00000000.0000 1111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0000 0001
HostMax:   192.168.0.14          11000000.10101000.00000000.0000 1110
Hosts/Net: 14                    (Private Internet)


 
Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.00000 001
Netmask:   255.255.255.248 = 29  11111111.11111111.11111111.11111 000

Network:   192.168.0.0/29        11000000.10101000.00000000.00000 000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.7           11000000.10101000.00000000.00000 111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.00000 001
HostMax:   192.168.0.6           11000000.10101000.00000000.00000 110
Hosts/Net: 6                     (Private Internet)



Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.000000 01
Netmask:   255.255.255.252 = 30  11111111.11111111.11111111.111111 00

Network:   192.168.0.0/30        11000000.10101000.00000000.000000 00 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.3           11000000.10101000.00000000.000000 11
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.000000 01
HostMax:   192.168.0.2           11000000.10101000.00000000.000000 10
Hosts/Net: 2                     (Private Internet)


Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0000000 1
Netmask:   255.255.255.254 = 31  11111111.11111111.11111111.1111111 0

Network:   192.168.0.0/31        11000000.10101000.00000000.0000000 0 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0000000 1
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0000000 1
HostMax:   192.168.0.0           11000000.10101000.00000000.0000000 0
Hosts/Net: 0                     (Private Internet)