Jumat, 26 Februari 2016

CARA MEMBUAT ANTENA OMNI SEDERHANA



Alat Dan Bahan
·         Pipa PVC 1 inch panjangnya disesuaikan dengan element antena : 2 buah
·         Tutup pipa 1 inch : 2 buah 
·         Kawat email diameter : +/- 1 mm 
·         N-type female connector 
·         Klem pipa : 2 buah 
·         Baut secukupnya 
·         Sterofoam secukupnya
·         Bor
·         Gergaji pipa
·         Gunting/cutter
·         Spidol White Board
·         Penggaris
·         Mur Secukupnya
·         Obeng
·         Tang Pemotong
·         Kabel Coaxial
SKEMA

C.     Landasan Teori
            Antena Omni adalah antena dengan sistem yang memancar  secara seragam dalam satu pesawat dengan bentuk pola arahan dalam bidang tegak lurus. Antena omni dapat digunakan untuk meghubungkan beberapa antena di outdoor point-to-multipoint komukasi sistem termasuk sambungan telepon selular dan sarana lain.
            Antena Omni memiliki pola radiasi yang menyebar sama rata ke segala arah, sehingga cocok digunakan sebagai antena access point.
Jarak bagian bawah dekat connector coax adalah 1/2 panjang gelombang, jarak bagian tengah adalah 3/4 panjang gelombang, dan panjang bagian ujung (whip) sedikit lebih pendek dari 3/4 panjang gelombang, untuk mengurangi efek capacitance.

Pada WiFi digunakan frekuensi 2.412MHz sampai dengan 2.484MHz, oleh karena itu, 1/2 panjang gelombang adalah 61mm, dan 3/4 panjang gelombang adalah 91.5mm. 
D.    Langkah Kerja
·         Buatlah kumparan /lilitan pada kawat email sebanyak 9 kumparan.
-          Jarak dari kawat awal ke kumparan pertama : 6,1 cm
-          Jarak kumparan 1 ke kumparan 2 : 9,1 cm
-          Terakhir jarak kumparan ke 9 ke ujung : 8,3 cm
Gambar Kumparan/lilitan

·         Lubangi salah satu tutup pipa dengan menggunakan bor


·         Buatlah bulatan streofoam dengan ukuran diameter pipa bagian dalam utuk menyanggah kawat saat di masukan.
·         Kemudian belah streofoam sampai tengah dengan cutter.



·         Jika kumparan kawat email sudah di buat lanjutkan dengan menyolder bagian bawa N-Type Female connector dengan pangkal Kawat Email.



·         Setelah kawat email dan Female connector tersambung dengan cara di soldier, kemudian pasangkan baud pada bagian 4  sisi female connector dengan baud.

·         Kemudian pasang tutup pipa yang sudah terdapat Connector pada pipa sepanjang 90 cm. Dengan cara dorong kawat email masuk.
·         Kemudian tutup pipa bagian atas dengan tutup pipa yang lainnya.
·         Setelah itu buatlah pipa penyangga dengan panjang 60 cm.
o   Cara membuat penyangga pipa :
-          Siapkan 2 klem pipa, 2 pipa pendek, dan baud.
-          Belah  pipa pendek menjadi 2 belah, dari 2 pipa utuh menjadi 4potongan pipa.
-          Buat lubang pada potongan pipa untuk memasangkan Klem pipa.
-          Lalu pasang klem pipa pada lubang potongan pipa kemudian pasang bagian bawah Klem pada pipa penyangga.
Gambar Klem pipa :

-          Kemudian kunci klem dan pasang pula klem pada pipa penyangga bagian bawah. Dan hasilnya :

·         Setelah pipa penyangga selesai di buat, pasangkan dengan Pipa Connector sehingga menempel dengan baik pakai paku atau baud untuk menautkan kedua pipa.

Dan Antena Omni selesai di buat, dengan contoh seperti yang kami kerjakan di bawah ini :



Rabu, 20 Januari 2016

JENIS JENIS TOWER



Pengertian rooftop tower dan green field tower
Tower Jaringan Telekomunikasi adalah menara
yang terbuat dari rangkaian besi atau pipa baik
segi empat atau segitiga, atau hanya berupa
pipa panjang (tongkat) yang bertujuan untuk
menempatkan antenna dan radio pemancar
maupun sebagai penerima gelombang
telekomunikasi dan informasi. Intinya Tower
BTS berfungsi untuk menjembatani perangkat
komunikasi pengguna dengan jaringan yang
menuju jaringan lain.
Berdasarkan Lokasinya, tower jaringan
telekomunikasi dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
1. Rooftop : Tower yang berdiri di atas sebuah
gedung.

2. Greenfield : Tower yang berdiri langsung di
atas tanah.


Berdasarkan bentuknya, tower jaringan
telekomunikasi dibagi menjadi 3 jenis, yaitu :
1. Tower 4 Kaki ( Rectangular Tower )

Tower ini berbentuk segi empat dengan empat
kaki. Tower dengan 4 kaki sangat jarang sekali
dijumpai roboh. Tower jenis ini memiliki
kekuatan tiang pancang serta sudah
dipertimbangkan

konstruksinya. Tower ini
mampu menampung banyak antenna dan radio.
Harga tipe ini sangat mahal, yakni sekitar 650
juta sampai 1 milyar rupiah, namun kuat dan
mampu menampung banyak antenna dan radio.
Tipe tower ini banyak dipakai oleh perusahaan-
perusahaan bisnis telekomunikasi dan
informatika yang bonafid (Telkom, Indosat, XL,
dll). Contoh : Lattice Tower, Mini Tower.

2. Tower 3 Kaki ( Triangle Tower )

Tower berbentuk segi tiga dengan tiga kaki.
Tower Segitiga disarankan untuk memakai besi
dengan diameter 2 cm ke atas. Beberapa
kejadian robohnya tower jenis ini karena
memakai besi dengan diameter di bawah 2 cm.
Ketinggian maksimal tower jenis ini yang
direkomendasi adalah 60 meter. Ketinggian
rata-rata adalah 40 meter. Towerjenis ini
disusun atas beberapa stage (potongan). 1
stage ada yang 4 meter namun ada yang 5
meter. Makin pendek stage maka makin kokoh,
namun biaya pembuatannya makin tinggi,
karena setiap stage membutuhkan tali
pancang/spanner. Jarak patok spanner dengan
tower minimal 8 meter. Makin panjang makin
baik, karena ikatannya makin kokoh, sehingga
tali penguat tersebut tidak makin meruncing di
tower bagian atas. Contoh : Lattice Tower, Mini
Tower.

3. Pole

Tower berupa tiang pancang dengan satu kaki.
Tower ini di bagi menjadi 2 macam, Pertama
tower yang terbuat dari pipa atau plat baja
tanpa spanner, diameter antara 40 cm s/d 50
cm, tinggi mencapai 42 meter, yang dikenal
dengan nama monopole.
Tower Kedua lebih cenderung untuk dipakai
secara personal. Tinggi tower pipa ini sangat
disarankan tidak melebihi 20 meter (lebih dari
itu akan melengkung). Teknis penguatannya
dengan spanner. Kekuatan pipa sangat
bertumpu pada spanner.
Sekalipun masih mampu menerima sinyal
koneksi, namun tower jenis ini tidak
direkomedasi untuk penerima sinyal
informatika (internet dan intranet) yang stabil,
karena jenis ini mudah bergoyang dan akan
mengganggu sistem koneksi datanya, sehingga
komputer akan mencari data secara terus
menerus (searching).
Tower ini bisa dibangun pada areal yang dekat
dengan pusat transmisi/ NOC = Network
Operation Systems (maksimal 2 km), dan tidak
memiliki angin kencang, serta benar-benar
diproyeksikan dalam rangka emergency biaya.
Dari berbagai fakta yang muncul di berbagai
daerah, keberadaan Tower memiliki resistensi/
daya tolak dari masyarakat, yang disebabkan
isu kesehatan (radiasi, anemia dll), isu
keselamatan hingga isu pemerataan sosial. Hal
ini semestinya perlu disosialisasikan ke
masyarakat bahwa kekhawatiran pertama
(ancaman kesehatan) tidaklah terbukti.
Radiasinya jauh diambang batas toleransi yang
ditetapkan WHO.
Contoh : Monopole Tower.

Senin, 21 September 2015

1. Topologi Bus

Topologi bus bisa dibilang topologi yang cukup sederhana dibanding topologi yang lainnya. Topologi ini biasanya digunakan pada instalasi jaringan berbasis fiber optic, kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan client atau node.
Topologi bus hanya menggunakan sebuah kabel jenis coaxial disepanjang node client dan pada umumnya, ujung kabel coaxial tersebut biasanya diberikan T konektor sebagai kabel end to end .
Kelebihan Topologi Bus :
  1. Biaya instalasi yang bisa dibilang sangat murah karena hanya menggunakan sedikit kabel.
  2. Penambahan client/ workstation baru dapat dilakukan dengan mudah.
  3. Topologi yang sangat sederhana dan mudah di aplikasikan
Kekurangan Topologi Bus :
  1. Jika salah satu kabel pada topologi jaringan bus putus atau bermasalah, hal tersebut dapat mengganggu komputer workstation/ client yang lain.
  2. Proses sending (mengirim) dan receiving (menerima) data kurang efisien, biasanya sering terjadi tabrakan data pada topologi ini.
  3. Topologi yang sangat jadul dan sulit dikembangkan.

2. Topologi Star

Topologi star atau bintang merupakan salah satu bentuk topologi jaringan yang biasanya menggunakan switch/ hub untuk menghubungkan client satu dengan client yang lain. 
Kelebihan Topologi Star
  1. Apabila salah satu komputer mengalami masalah, jaringan pada topologi ini tetap berjalan dan tidak mempengaruhi komputer yang lain.
  2. Bersifat fleksibel
  3. Tingkat keamanan bisa dibilang cukup baik daripada topologi bus.
  4. Kemudahan deteksi masalah cukup mudah jika terjadi kerusakan pada jaringan.
Kekurangan Topologi Star
  1. Jika switch/ hub yang notabenya sebagai titik pusat mengalami masalah, maka seluruh komputer yang terhubung pada topologi ini juga mengalami masalah.
  2. Cukup membutuhkan banyak kabel, jadi biaya yang dikeluarkan bisa dibilang cukup mahal.
  3. Jaringan sangat tergantung pada terminal pusat.

 

3. Topologi Ring

Topologi ring atau cincin merupakan salah satu topologi jaringan yang menghubungkan satu komputer dengan komputer lainnya dalam suatu rangkaian melingkar, mirip dengan cincin. Biasanya topologi ini hanya menggunakan LAN card untuk menghubungkan komputer satu dengan komputer lainnya.
Kelebihan Topologi Ring :
  1. Memiliki performa yang lebih baik daripada topologi bus.
  2. Mudah diimplementasikan.
  3. Konfigurasi ulang dan instalasi perangkat baru bisa dibilang cukup mudah.
  4. Biaya instalasi cukup murah
Kekurangan Topologi Ring :
  1. Kinerja komunikasi dalam topologi ini dinilai dari jumlah/ banyaknya titik atau node.
  2. Troubleshooting bisa dibilang cukup rumit.
  3. Jika salah satu koneksi putus, maka koneksi yang lain juga ikut putus.
  4. Pada topologi ini biasnaya terjadi collision (tabrakan data).

4. Topologi Mesh

Topologi mesh merupakan bentuk topologi yang sangat cocok dalam hal pemilihan rute yang banyak. Hal tersebut berfungsi sebagai jalur backup pada saat jalur lain mengalami masalah.
 
Kelebihan Topologi Mesh :
  1. Jalur pengiriman data yang digunakan sangat banyak, jadi tidak perlu khawatir akan adanya tabrakan data (collision).
  2. Besar bandwidth yang cukup lebar.
  3. Keamanan pada topologi ini bisa dibilang sangat baik.
Kekurangan Topologi Mesh :
  1. Proses instalasi jaringan pada topologi ini sangatlah rumit.
  2. Membutuhkan banyak kabel.
  3. Memakan biaya instalasi yang sangat mahal, dikarenakan membutuhkan banyak kabel.

5. Topologi Peer to Peer

Topologi peer to peer merupakan topologi yang sangat sederhana dikarenakan hanya menggunakan 2 buah komputer untuk saling terhubung. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel yang menghubungkan antar komputer untuk proses pertukaran data.
Kelebihan Topologi Peer to Peer
  1. Biaya yang dibutuhkan sangat murah.
  2. Masing-masing komputer dapat berperan sebagai client maupun server.
  3. Instalasi jaringan yang cukup mudah.
Kekurangan Topologi Peer to Peer
  1. Keamanan pada topologi jenis ini bisa dibilang sangat rentan.
  2. Sulit dikembangkan.
  3. Sistem keamanan di konfigurasi oleh masing-masing pengguna.
  4. Troubleshooting jaringan bisa dibilang rumit.

6. Topologi Linier

Topologi linier atau biasaya disebut topologi bus beruntut. Pada topologi ini biasanya menggunakan satu kabel utama guna menghubungkan tiap titik sambungan pada setiap komputer.


Kelebihan Topologi Linier
  1. Mudah dikembangkan.
  2. Membutuhkan sedikit kabel.
  3. Tidak memperlukan kendali pusat.
  4. Tata letak pada rangkaian topologi ini bisa dibilang  cukup sederhana.
Kekurangan Topologi Linier
  1. Memiliki kepadatan lalu lintas yang bisa dibilang cukup tinggi.
  2. Keamanan data kurang baik.

7. Topologi Tree

Topologi tree atau pohon merupakan topologi gabungan antara topologi star dan juga topologi bus. Topologi jaringan ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda-beda.


Kelebihan Topologi Tree
  1. Susunan data terpusat secara hirarki, hal tersebut membuat manajemen data lebih baik dan mudah.
  2. Mudah dikembangkan menjadi jaringan yang lebih luas lagi.
Kekurangan Topologi Tree
  1. Apabila komputer yang menduduki tingkatan tertinggi mengalami masalah, maka komputer yang terdapat dibawahnya juga ikut bermasalah
  2. Kinerja jaringan pada topologi ini terbilang lambat.
  3. Menggunakan banyak kabel dan kabel terbawah (backbone) merupakan pusat dari teknologi ini.

fungsi kabel utp

Fungsi dari ke-8 kabel UTP
Susunan 8 Kabel UTP















· Orange : berfungsi untuk mengirim paket data.
·  Putih orange : berfungsi untuk mengirim paket data.
·  Hijau : berfungsi untuk mengirim paket data.
·  Putih Hijau : berfungsi untuk mengirim paket data.
·  Biru : berfungsi untuk mengirim paket suara.
·  Putih Biru : berfungsi untuk mengirim paket suara.
·  Coklat : berfungsi untuk mengirim arus DC.
·  Putih Coklat : berfungsi untuk mengirim arus DC.
         Dari 8 kabel (4 pair) UTP kabel, yang terpakai sebetulnya hanya 4 kabel (dua pair) dua kabel untuk TX atau transfer data dan dua kabel untuk RX atau menerima data. Walaupun hanya empat kabel yang terpakai, kita tidak boleh sembarangan mengambil kabel mana saja yang akan dipakai. Kabel yang dipakai haruslah dua pair atau dua pasang. Tanda kabel satu pasang adalah kabel tersebut saling melilit dan memiliki warna / stripe yang sama. 
        Menurut standar TIA/EIA-568-B pasangan kabel yang dipakai adalah pasangan orange-orange putih dan hijau-hijau putih. Sementara pin yang dipakai dari delapan pin yang dimiliki RJ-45 yang terpakai adalah Pin nomor 1-2-3-6 sementara nomor 4-5-7-8 tidak terpakai untuk transfer dan receive data Alias nganggur.

Susunan kabel berdasar TX dan RX


Crossover / cross cable adalah kabel yang secara manual maping signal output pada satu konektor ke input di konektor yang satu nya lagi atau TX + dari satu konektor di Maping ke RX + di konektor yang lain dan TX – di konektor yang satu ke RX – di konektor yang lain.
Fungsi Urutan Kabel TX-RX
Cross cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to PC / PC to Router, Pokoknya semua koneksi dari alat yang biasanya koneksi melalui switch atau hub tetapi dipasang secara langsung.
Straight cable , anda tidak perlu repot memikirkan cross over anda cukup menyamakan posisi kabel di satu sisi dengan sisi lainnya. Straight cable biasa dipakai untuk koneksi dari PC to Hub / Swicth atau sebaliknya.

address

Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 

 No host given
 No netmask given (using default netmask of your network's class)


Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000 .00000001
Netmask:   255.255.255.0 = 24    11111111.11111111.11111111 .00000000

Network:   192.168.0.0/24        11000000.10101000.00000000 .00000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.255         11000000.10101000.00000000 .11111111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000 .00000001
HostMax:   192.168.0.254         11000000.10101000.00000000 .11111110
Hosts/Net: 254                   (Private Internet)

  


Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0 0000001
Netmask:   255.255.255.128 = 25  11111111.11111111.11111111.1 0000000

Network:   192.168.0.0/25        11000000.10101000.00000000.0 0000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.127         11000000.10101000.00000000.0 1111111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0 0000001
HostMax:   192.168.0.126         11000000.10101000.00000000.0 1111110
Hosts/Net: 126                   (Private Internet)


Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.00 000001
Netmask:   255.255.255.192 = 26  11111111.11111111.11111111.11 000000

Network:   192.168.0.0/26        11000000.10101000.00000000.00 000000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.63          11000000.10101000.00000000.00 111111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.00 000001
HostMax:   192.168.0.62          11000000.10101000.00000000.00 111110
Hosts/Net: 62                    (Private Internet)


Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.000 00001
Netmask:   255.255.255.224 = 27  11111111.11111111.11111111.111 00000

Network:   192.168.0.0/27        11000000.10101000.00000000.000 00000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.31          11000000.10101000.00000000.000 11111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.000 00001
HostMax:   192.168.0.30          11000000.10101000.00000000.000 11110
Hosts/Net: 30                    (Private Internet)


Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0000 0001
Netmask:   255.255.255.240 = 28  11111111.11111111.11111111.1111 0000

Network:   192.168.0.0/28        11000000.10101000.00000000.0000 0000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.15          11000000.10101000.00000000.0000 1111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0000 0001
HostMax:   192.168.0.14          11000000.10101000.00000000.0000 1110
Hosts/Net: 14                    (Private Internet)


 
Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.00000 001
Netmask:   255.255.255.248 = 29  11111111.11111111.11111111.11111 000

Network:   192.168.0.0/29        11000000.10101000.00000000.00000 000 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.7           11000000.10101000.00000000.00000 111
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.00000 001
HostMax:   192.168.0.6           11000000.10101000.00000000.00000 110
Hosts/Net: 6                     (Private Internet)



Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.000000 01
Netmask:   255.255.255.252 = 30  11111111.11111111.11111111.111111 00

Network:   192.168.0.0/30        11000000.10101000.00000000.000000 00 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.3           11000000.10101000.00000000.000000 11
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.000000 01
HostMax:   192.168.0.2           11000000.10101000.00000000.000000 10
Hosts/Net: 2                     (Private Internet)


Address (Host or Network)Netmask (i.e. 24)Netmask for sub/supernet (optional)
 /move to: 
  
Address:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0000000 1
Netmask:   255.255.255.254 = 31  11111111.11111111.11111111.1111111 0

Network:   192.168.0.0/31        11000000.10101000.00000000.0000000 0 (Class C)
Broadcast: 192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0000000 1
HostMin:   192.168.0.1           11000000.10101000.00000000.0000000 1
HostMax:   192.168.0.0           11000000.10101000.00000000.0000000 0
Hosts/Net: 0                     (Private Internet)